NAUFAL FARIZ
155254021
D4 BUSINESS ADMINISTRASION
POLYTECHNIC OF BANDUNG
155254021
D4 BUSINESS ADMINISTRASION
POLYTECHNIC OF BANDUNG
INTERNATIONAL
MARKET RESEARCH
EKSPOR KELAPA INDONESIA
EKSPOR KELAPA INDONESIA
Kelapa merupakan
tanaman tropis yang telah dikenal masyarakat Indonesia. Penyebaran tanaman
kelapa di hampir selirih wilayah Nusantara Komoditas strategis yang memiliki
peran sosial, budaya, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Manfaat
tanaman kelapa tidak saja terletak pada daging buahnya yang dapat diolah
menjadi santanm kopra, dan minyak kelapa tetapi seluruh bagian tanaman kelapa
mempunyai manfaat yang besar. Alasan utama yang membuat kelapa menjadi komoditi
komersial adalah karena semua bagian kelapa dapat dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan.
Indonesia menjadi
salah satu negara yang mampu mengekspor berbagai olahan kelapa. Buah kelapa
indonesia yang memiliki kualitas baik menjadi faktor utama negara lain
mendatangkan kelapa dari indonesia. Selain itu kelapa indonesia juga mampu menurunkan
produk turunan baru.
Luas area produksi
kelapa pada (2016) sebesar 3.544.002 hektare dengan total produksi mencapai
2.922.584 ton yang menjadikan Indonesia menduduki posisi 1 di dunia dengan
memproduksi kelapa tersebesar disusul oleh negara Filipina (15,4 Juta ton) dan
India (11.9 Juta ton).
Ekspor komoditas
perkebunan unggulan akan kembali dibangkitkan. Sebab, potensi untuk mengekspor
dalam volume besar komoditas tersebut masih sangat tinggi.
Tabel Perkembangan
Produksi Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Indonesia
Periode Tahun 2000-2017
Salah satu
komoditas perkebunan dengan Jenis Tanaman Perkebunan Rakyat yang menjadi
perhatian adalah kelapa. Berdasarkan data terakhir BPS (2017), kelapa Indonesia
menduduki peringkat kedua setelah karet.
Kemudian
ditambahkan dengan perkembangan hasil kegiatan eksport-import di Indonesia dari
berbagai macam komoditias mulai dari sektor migas – non migas sampai hasil
industri yang dengan nilai eksport terbesar. Dari data terakhir yang dikeluarkan
oleh lembaga Badan Pusat Statistika Industri Makanan yang memiliki nilai
Eksport Terbesar di Indonesia dengan nilai 26.27 (Milyar US$). Khususnya peran
ekspor komoditi Subsektor Buah dan Sayur yang dikeringkan terhadap Total Ekspor
hasil industri “coconut/kelapa” berada pada peringkat 1 dengan nilai
ekspor 116.575,1 (Ribu US$) jika dipresentasekan dari tahun (2012-2016) sebesar
0,11%.



Tabel Perkembangan Ekspor
di Indonesia “coconuts/kelapa” periode.2012-2016
(Sumber: http://www.kemenperin.go.id/statistik/peran_barang.php?ekspor=1&kode=202010014 )
(Sumber: http://www.kemenperin.go.id/statistik/peran_barang.php?ekspor=1&kode=202010014 )
Dari tinggi nya
angka produksi dan peran ekspor terhadap buah kelapa di Indonesia yang
membuktikan bahwa potensi dan daya minat buah kelapa di dalam maupun di luar
negeri ini sangat diperhitungkan.
1.
CLASSIFACATION CODES
HS CODE
|
0801110000
|
HTS
|
0801110000
|
2.
ASSESS TARGET MARKET
Sentra produksi
kelapa diakui Suwandi cenderung menyebar ke beberapa provinsi Indonesia karena
kelapa dapat tumbuh di seluruh wilayah Indonesia. Namun, sentra utama kelapa
berada di provinsi Riau dengan pangsa 14,31 persen terhadap rata-rata produksi
kelapa nasional 2013 hingga 2017. Berada di posisi kedua setelah Riau, Sulawesi
Utara menyumbang 9,3 persen, Jawa Timur 8,89 persen, Maluku Utara 7,97 persen,
Sulawesi Tengah 6,02 persen, Jawa Tengah 5,99 persen, Jambi 3,66 persen, Maluku
3,29 persen, Lampung 3,24 persen dan Jawa Barat sebesar tiga persen. Sementara
provinsi lainnya memiliki pangsa kurang dari tiga persen. Besarnya potensi sumber daya pertanian Indonesia itu menjadi
peluang hilirisasi produk kelapa dan manfaat nilai tambah yang akan dinikmati
5,09 juta rumah tangga petani kelapa.
Berdasarkan data
BPS, periode Januari hingga Agustus 2017 sumbangan devisa dari ekspor kelapa
mencapai 899,47 juta dolar Amerika Serikat, sementara nilai impor hanya 8,65
juta dolar AS. Tak hanya itu, berdasarkan Data International Trade Center (ITC)
dalam peta perdagangan (Trademap) dunia 2012 hingga 2016, Indonesia merupakan
eksportir kelapa terbesar kedua setelah Filipina dalam bentuk minyak kelapa dan
kelapa dikeringkan. Sementara untuk kelapa di dalam kulit atau endocarp, Indonesia
merupakan eksportir terbesar pertama dunia dengan kontribusi mencapai 59 persen
dari total ekspor kelapa wujud tersebut dunia.
Di tahun 2017 ini tepatnya periode Januari
hingga Agustus, ekspor kelapa Indonesia didominasi berupa minyak kelapa, wujud
kelapa dikeringkan dan kelapa dalam kulit. Ekspor minyak kelapa mencapai 63
persen dan wujud kelapa dikeringkan dan kelapa dalam kulit 19,87 persen. Dari
data Kementrian Pertanian bahwa negara tujuan
utama ekspor kelapa Indonesia pada
2017 di antaranya ke Amerika Serikat sebesar 19,87 persen dari total ekspor Indonesia.
Kemudian disusul Cina dengan 16,10 persen, Belanda 11,75 persen, Thailand 10,16
persen, Malaysia 9,7 persen dan Korea Selatan sebesar 7,26 persen. Pangsa
ekspor ke enam negara tersebut mencapai 75 persen dari total ekspor kelapa
Indonesia.
(Sumber : http://www.pertanian.go.id )
3.
CONCLUSIONS
Berdasarkan data-data diatas yang
diperoleh, dengan potensi dan kekuatan kelapa yang dimiliki Indonesia target
market yang paling menjanjikan bagi Indonesia untuk mengekspor bisnis kelapa
adalah Amerika Serikat. Amerika Serikat dianggap paling potensial karena kini
Amerika Serikat salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbaik di dunia disusul
dengan pesaing terdekatnya yaitu negara China. Untuk membuktikan dan
mempertahankan bahwa Amerika Serikat tetap memiliki kekuatan ekonomi yang
tinggi berbagai sektor yang menjadi indikator kekuatan ekonomi harus dikuasai
salah satunya dalam sektor perkebunan – pertanian dalah hal ini adalah kelapa.
Amerika Serikat merupakan negara dengan tingkat konsumtif kelapa paling tinggi
di dunia yang menjadikan nilai Ekspor kelapa Indonesia ke Negara Amerika
Serikat menempati posisi 1, karena dinilai kualitas kelapa yang dimiliki Indonesia
sangat baik. Dan ditambah dengan adanya kerjasama Bilateral antara
(Indonesia-Amerika Serikat) dalam peningkatan perekonomian dunia maka hal ini
menjadi mempermudah Indonesia untuk mengekspor Kelapa. Terbukti dari data
kementrian pertanian Negara Tujuan Utama Ekspor Kelapa adalah Negara Amerika
Serikat melihat potensi hal ini adanya bentuk dukungan pemerintah untuk menjadikan
kelapa meguasai pasar dunia, menurut
Suwandi Kepala Pusat Data dan
Sistem Informasi Kementerian Pertanian (Kementan) “Maka sudah saatnya
komoditas kelapa dikembangkan di wilayah-wilayah potensi sehingga menjadi
unggulan di pasar global. Beberapa
upaya pemerintah untuk meningkatkan pengembangan kelapa di antaranya,
membangunkan atau mengoptimalkan lahan-lahan terlantar, melakukan program
intensifikasi, rehabilitasi kebun dan peremajaan tanaman, juga intercroping dengan tanaman lain. Pada 2017 ini, pemerintah
menyediakan anggaran sebesar Rp 5,5 triliun untuk pengambangan komoditas
hortikultura dan perkebunan, salah satunya kelapa. Melalui anggaran ini,
pemerintah akan memberikan secara gratis berupa bibit dan pupuk dan alat mesin
pertanian, replanting pada kawasan, serta pendampingan
kepada petani "

Tidak ada komentar:
Posting Komentar