Rabu, 02 Januari 2019

TASK BUSINESS INTERNATIONAL - EKSPOR IMPORT (MARKET RESEARCH)


NAUFAL FARIZ
155254021
D4 BUSINESS ADMINISTRASION
POLYTECHNIC OF BANDUNG

INTERNATIONAL MARKET RESEARCH
EKSPOR KELAPA INDONESIA

Kelapa merupakan tanaman tropis yang telah dikenal masyarakat Indonesia. Penyebaran tanaman kelapa di hampir selirih wilayah Nusantara Komoditas strategis yang memiliki peran sosial, budaya, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Manfaat tanaman kelapa tidak saja terletak pada daging buahnya yang dapat diolah menjadi santanm kopra, dan minyak kelapa tetapi seluruh bagian tanaman kelapa mempunyai manfaat yang besar. Alasan utama yang membuat kelapa menjadi komoditi komersial adalah karena semua bagian kelapa dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu mengekspor berbagai olahan kelapa. Buah kelapa indonesia yang memiliki kualitas baik menjadi faktor utama negara lain mendatangkan kelapa dari indonesia. Selain itu kelapa indonesia juga mampu menurunkan produk turunan baru.
Luas area produksi kelapa pada (2016) sebesar 3.544.002 hektare dengan total produksi mencapai 2.922.584 ton yang menjadikan Indonesia menduduki posisi 1 di dunia dengan memproduksi kelapa tersebesar disusul oleh negara Filipina (15,4 Juta ton) dan India (11.9 Juta ton).
Ekspor komoditas perkebunan unggulan akan kembali dibangkitkan. Sebab, potensi untuk mengekspor dalam volume besar komoditas tersebut masih sangat tinggi.


Tabel Perkembangan Produksi Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Indonesia

Periode Tahun 2000-2017

Salah satu komoditas perkebunan dengan Jenis Tanaman Perkebunan Rakyat yang menjadi perhatian adalah kelapa. Berdasarkan data terakhir BPS (2017), kelapa Indonesia menduduki peringkat kedua setelah karet.
Kemudian ditambahkan dengan perkembangan hasil kegiatan eksport-import di Indonesia dari berbagai macam komoditias mulai dari sektor migas – non migas sampai hasil industri yang dengan nilai eksport terbesar. Dari data terakhir yang dikeluarkan oleh lembaga Badan Pusat Statistika Industri Makanan yang memiliki nilai Eksport Terbesar di Indonesia dengan nilai 26.27 (Milyar US$). Khususnya peran ekspor komoditi Subsektor Buah dan Sayur yang dikeringkan terhadap Total Ekspor hasil industri “coconut/kelapa” berada pada peringkat 1 dengan nilai ekspor 116.575,1 (Ribu US$) jika dipresentasekan dari tahun (2012-2016) sebesar 0,11%.



Tabel Perkembangan Ekspor di Indonesia “coconuts/kelapa” periode.2012-2016
(Sumber: http://www.kemenperin.go.id/statistik/peran_barang.php?ekspor=1&kode=202010014 )

Dari tinggi nya angka produksi dan peran ekspor terhadap buah kelapa di Indonesia yang membuktikan bahwa potensi dan daya minat buah kelapa di dalam maupun di luar negeri ini sangat diperhitungkan.
1.      CLASSIFACATION CODES

HS CODE
0801110000
HTS
0801110000

2.      ASSESS TARGET MARKET
Sentra produksi kelapa diakui Suwandi cenderung menyebar ke beberapa provinsi Indonesia karena kelapa dapat tumbuh di seluruh wilayah Indonesia. Namun, sentra utama kelapa berada di provinsi Riau dengan pangsa 14,31 persen terhadap rata-rata produksi kelapa nasional 2013 hingga 2017. Berada di posisi kedua setelah Riau, Sulawesi Utara menyumbang 9,3 persen, Jawa Timur 8,89 persen, Maluku Utara 7,97 persen, Sulawesi Tengah 6,02 persen, Jawa Tengah 5,99 persen, Jambi 3,66 persen, Maluku 3,29 persen, Lampung 3,24 persen dan Jawa Barat sebesar tiga persen. Sementara provinsi lainnya memiliki pangsa kurang dari tiga persen. Besarnya potensi sumber daya pertanian Indonesia itu menjadi peluang hilirisasi produk kelapa dan manfaat nilai tambah yang akan dinikmati 5,09 juta rumah tangga petani kelapa.
Berdasarkan data BPS, periode Januari hingga Agustus 2017 sumbangan devisa dari ekspor kelapa mencapai 899,47 juta dolar Amerika Serikat, sementara nilai impor hanya 8,65 juta dolar AS. Tak hanya itu, berdasarkan Data International Trade Center (ITC) dalam peta perdagangan (Trademap) dunia 2012 hingga 2016, Indonesia merupakan eksportir kelapa terbesar kedua setelah Filipina dalam bentuk minyak kelapa dan kelapa dikeringkan. Sementara untuk kelapa di dalam kulit atau endocarp, Indonesia merupakan eksportir terbesar pertama dunia dengan kontribusi mencapai 59 persen dari total ekspor kelapa wujud tersebut dunia.
Di tahun 2017 ini tepatnya periode Januari hingga Agustus, ekspor kelapa Indonesia didominasi berupa minyak kelapa, wujud kelapa dikeringkan dan kelapa dalam kulit. Ekspor minyak kelapa mencapai 63 persen dan wujud kelapa dikeringkan dan kelapa dalam kulit 19,87 persen. Dari data Kementrian Pertanian bahwa negara tujuan utama ekspor kelapa Indonesia pada 2017 di antaranya ke Amerika Serikat sebesar 19,87 persen dari total ekspor Indonesia. Kemudian disusul Cina dengan 16,10 persen, Belanda 11,75 persen, Thailand 10,16 persen, Malaysia 9,7 persen dan Korea Selatan sebesar 7,26 persen. Pangsa ekspor ke enam negara tersebut mencapai 75 persen dari total ekspor kelapa Indonesia.
3.      CONCLUSIONS
Berdasarkan data-data diatas yang diperoleh, dengan potensi dan kekuatan kelapa yang dimiliki Indonesia target market yang paling menjanjikan bagi Indonesia untuk mengekspor bisnis kelapa adalah Amerika Serikat. Amerika Serikat dianggap paling potensial karena kini Amerika Serikat salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbaik di dunia disusul dengan pesaing terdekatnya yaitu negara China. Untuk membuktikan dan mempertahankan bahwa Amerika Serikat tetap memiliki kekuatan ekonomi yang tinggi berbagai sektor yang menjadi indikator kekuatan ekonomi harus dikuasai salah satunya dalam sektor perkebunan – pertanian dalah hal ini adalah kelapa. Amerika Serikat merupakan negara dengan tingkat konsumtif kelapa paling tinggi di dunia yang menjadikan nilai Ekspor kelapa Indonesia ke Negara Amerika Serikat menempati posisi 1, karena dinilai kualitas kelapa yang dimiliki Indonesia sangat baik. Dan ditambah dengan adanya kerjasama Bilateral antara (Indonesia-Amerika Serikat) dalam peningkatan perekonomian dunia maka hal ini menjadi mempermudah Indonesia untuk mengekspor Kelapa. Terbukti dari data kementrian pertanian Negara Tujuan Utama Ekspor Kelapa adalah Negara Amerika Serikat melihat potensi hal ini adanya bentuk dukungan pemerintah untuk menjadikan kelapa meguasai pasar dunia,  menurut Suwandi Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian (Kementan) “Maka sudah saatnya komoditas kelapa dikembangkan di wilayah-wilayah potensi sehingga menjadi unggulan di pasar global. Beberapa upaya pemerintah untuk meningkatkan pengembangan kelapa di antaranya, membangunkan atau mengoptimalkan lahan-lahan terlantar, melakukan program intensifikasi, rehabilitasi kebun dan peremajaan tanaman, juga intercroping dengan tanaman lain. Pada 2017 ini, pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp 5,5 triliun untuk pengambangan komoditas hortikultura dan perkebunan, salah satunya kelapa. Melalui anggaran ini, pemerintah akan memberikan secara gratis berupa bibit dan pupuk dan alat mesin pertanian, replanting pada kawasan, serta pendampingan kepada petani "


Tidak ada komentar:

Posting Komentar